PEREMPUAN, PERASAANNYA PEKA

Ketika air yang dikirbat itu habis, dibuangnyalah anak itu ke bawah semak-semak, dan ia duduk agak jauh … sebab katanya: “Tidak tahan aku melihat anak itu mati.”

(Kejadian 21:15-16a)

Hati Kiki ikut sakit dan sepertinya kepalan tangannya tak dapat ditahan ingin memukul Bandi. Namun di saat yang sama, Kiki juga melihat Tuti yang merapikan rambutnya. Hatinya pun tergerak untuk menolong Tuti memasang pita rambutnya.

Adik-adik, Tuhan menciptakan perempuan yang berbeda dari laki-laki. Perempuan memiliki perasaan yang peka. Kelebihan yang diberikan Pencipta ini perlu diatur agar mendatangkan hal yang baik. Mari kita membaca Kejadian 21:14-20! Hagar tak tega melihat anaknya kehausan. Ia sangat sayang kepada Ismael. Namun perasaan sayangnya ini membuat ia bertindak keliru. Ia membiarkan Ismael duduk sendirian, menangis dengan suara nyaring. Allah mendengar tangisan Ismael. Allah menegur Hagar sekaligus membimbingnya sehingga ia dapat menemukan sumur di dekatnya.

Adik-adik, sebagai perempuan, kita diberikan perasaan yang peka. Marilah kita mengatur perasaan kita. Apabila kita sedih, marah, kesal, kita kendalikan agar tidak berlarut-larut. Sebagai laki-laki, marilah kita belajar mengerti dan menghargai bahwa perempuan memiliki keunikan, yaitu perasaan yang peka. Apabila kita melihat perempuan mudah terbawa perasaan, mari kita ingatkan agar tidak terlalu terbawa perasaan.