MURAH HATI SEPERTI BAPA

“Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.”

(Lukas 6:36)

Kiki sedang melihat fotonya saat berdiri di samping sebuah patung besar dari batu alam di daerah bernama Magelang, Jawa Tengah. Kiki lalu teringat percakapannya dengan bapak pemahat patung batu, waktu itu. “Pak, batu-batu sebesar ini Bapak dapatkan dari mana, dan bagaimana membawanya ke sini?” “Waah, Nak, batu-batu alam sebesar ini adalah kemurahan Tuhan untuk kita. Batu-batu ini berasal dari dalam perut bumi, terbawa ke luar saat Gunung Merapi meletus. Jumlahnya banyak, baik yang sangat besar, sedang atau yang kecil. Batu-batu ini turun menggelinding bersama lahar dingin, masuk ke sungai-sungai sampai di dataran rendah. Nah, kami mengangkatnya dari sungai-sungai itu. Coba kamu bayangkan, kalau kita harus menurunkannya dari atas gunung yang sangat tinggi! Waah, sangat, sangat sulit sekali dan membahayakan! Namun karena kemurahan Tuhan, kita mendapatkan batu ini di sungai, jauh lebih mudah mengangkatnya untuk dibuat menjadi karya seni indah seperti ini, Nak,” kata Bapak seniman pemahat batu itu.

Wah, Adik-adik, luar biasa ya kemurahan hati Tuhan bagi manusia! Yuk, Adik-adik, kita membaca Injil Lukas 6:35-36! Allah, Bapa di surga, murah hati. Tuhan Yesus menyatakan hal itu. Kemurahan hati Allah dapat kita lihat melalui keindahan dan luar biasanya alam di sekitar kita. Nah, Adik-adik, Tuhan Yesus ingin agar kita memperhatikan kemurahan hati Allah Bapa dan belajar dari kemurahan hati-Nya.