MURAH HATI, TUHAN DILAYANI

Biarlah diambil air sedikit, basuhlah kakimu dan duduklah beristirahat di bawah pohon ini ….

(Kejadian 18:4)

“Pak Kiran, mari sini. Ngopi dulu!” ajak Papanya Didi kepada Pak Kiran, petugas pengangkat sampah di lingkungan rumah Didi. Mama langsung membuatkan kopi untuk Pak Kiran sambil Pak Kiran membersihkan tangan di keran depan rumah Didi. “Belum berangkat ngantor Pak?” tanya Pak Kiran. “Belum, sebentar lagi Pak, mumpung hari Kamis, tidak terlalu macet di jalan,” sahut Papanya Didi. Kopi selesai dibuat, dihidangkan Mama bersama dengan ubi goreng buatan Mama. “Silakan diminum kopinya dan dimakan ubinya ya Pak, biar makin semangat membersihkan sampah di lingkungan kita,” kata Mama.

Wah, Adik-adik, apa yang dilakukan Papa dan Mamanya Didi adalah sikap yang patut dicontoh ya! Sikap ramah terhadap orang lain adalah sikap yang Tuhan inginkan. Ayo kita belajar dari keramahan Bapak Abraham.

Yuk, Adik-adik, kita membaca Kitab Kejadian 18:1-8! Bapak Abraham melihat tiga orang asing di depan kemahnya lalu ia mempersilakan mereka untuk mampir dan dihidangkan makanan serta minuman yang menyegarkan. Bapak Abraham, tanpa disadarinya, telah melayani Tuhan. Ketika orang-orang itu menyampaikan tentang kehendak Tuhan barulah Bapak Abraham mengerti.

Adik-adik, mari kita bersikap ramah, sopan dan santun kepada orang lain!