MENGAKUI KESALAHAN

Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar!

(Mazmur 51:3)

Ketika jam pelajaran telah usai, Didi dan teman-teman menuju lapangan. Mereka hendak bermain bola. Awan mendung, pertanda akan hujan. Mereka sangat senang karena mendung, tidak panas, asyik untuk bermain bola. Ketika mereka asyik bermain, Didi akhirnya menendang bola dengan keras menuju gawang. Tapi sayangnya meleset, malahan bola mengarah ke kaca jendela kelas. “Prang…. prang….” terdengar suara kaca jendela pecah. “Aduh, kacanya pecah. Bagaimana nih teman-teman? Pasti aku bakal dimarahi Pak Kris!” seru Didi.

Adik-adik, ketika kita melakukan kesalahan pasti kita akan merasa takut. Terkadang rasa takut itu membuat kita enggan untuk mengakui kesalahan kita. Kenapa? Karena kita takut dihukum, takut dimarahi, dll. Bapak Daud di dalam kesalahannya mau mengakuinya di hadapan Tuhan. Mari kita membaca Kitab Mazmur 51:3-8! Bapak Daud menyadari bahwa Allah itu Mahatahu (Mazmur 139). Ia tahu apa yang telah diperbuat oleh Bapak Daud. Oleh karena itu, Daud datang kepada Tuhan mengakui dosa-dosanya.

Adik-adik, setiap orang di antara kita pasti pernah melakukan kesalahan, baik terhadap orangtua, kakak, adik, guru, teman, maupun kepada Tuhan. Hari ini kita diingatkan agar kita belajar untuk mengakui kesalahan kita dan meminta maaf kepada sesama kita. Kalaupun kita akan menerima sanksi, itu adalah risiko yang harus kita pikul.