MENGAKUI KESALAHAN

Lalu berkatalah Daud kepada Natan: “Aku sudah berdosa kepada TUHAN.”

(2 Samuel 12:13)

“Berbuat kesalahan itu jauh lebih mudah daripada mengakuinya. Kira-kira kenapa ya?” tanya Bu Guru pada pelajaran Agama hari ini. “Karena kalau berbuat kesalahan itu manusiawi Bu, tapi malu kalau harus mengakuinya,” kata Bandi mengagetkan seluruh kelas. “Wah..wah… benar sekali Bandi, acap kali kita tidak mau mengakui kesalahan kita karena malu dan gengsi di depan orang lain. Padahal, mengakui kesalahan membuat kita lebih dihormati oleh orang lain karena kita bertindak berani dan tidak menjadi pengecut di hadapan sesama. Kita juga menjadi orang yang jujur terhadap diri sendiri,” kata Ibu Guru.

Benar sekali apa yang dikatakan oleh Ibu Guru, Adik-adik. Mengakui kesalahan adalah tindakan yang berani dan jujur. Yuk kita baca firman Tuhan dari 2 Samuel 12:1-13! Raja Daud adalah raja yang besar. Ia pasti mempertahankan kehormatannya sedemikian rupa agar tetap mendapat hormat dari rakyatnya. Namun, suatu saat Raja Daud melakukan suatu kesalahan yang mempertaruhkan kehormatannya, tapi Raja Daud dengan penuh keberanian mengakui kesalahannya ketika ia ditegur oleh Nabi Natan. Ia tidak mencoba mencari alasan untuk membenarkan kesalahannya.

Nah, Adik-adik, apakah kalian berani mengakui kesalahan yang pernah kalian lakukan? Ingat, kesalahan perlu diakui dan bukan ditutupi.