PUJIAN BAGI SANG BINTANG

Bagi-Nyalah kemuliaan selama-lamanya! Amin.

(Galatia 1:5)

Kiki sedang menonton konser musik. Dari awal hingga akhir sang bintang dielu-elukan oleh penggemarnya. Ada yang berteriak-teriak memanggil nama sang bintang. Ada juga yang mengangkat spanduk nama sang bintang. Nampak sang bintang menikmati suasana konser yang dipenuhi teriakan namanya. Sesekali ia mengangkat tangannya. Terkadang juga ia bersalaman dengan para penggemarnya di bawah panggung.

Adik-adik, siapa yang tidak mau hidup dipuja-puja seperti sang bintang di konser yang ditonton Kiki? Setiap orang tentu senang dipuja. Mari kita perhatikan bacaan Alkitab kita hari ini Galatia 1:5! Rasul Paulus termasuk rasul yang terkenal. Banyak orang memujanya. Namun, mari kita perhatikan apa yang menjadi kebiasaan Rasul Paulus. Ia sering mengingatkan dirinya dan mengingatkan orang-orang yang membaca surat dan mendengarkan khotbahnya bahwa pujian dan kemuliaan hanya untuk Allah. Rasul Paulus tidak mau membiarkan dirinya bersenang-senang apalagi menikmati puja puji penggemarnya. Ia mau semua kemuliaan hanya bagi Allah saja.

Adik-adik, mari kita belajar untuk tetap rendah hati di saat ada orang yang memuji atau bahkan terkagum-kagum dengan kita. Biarlah setiap pujian dan kekaguman hanya ditujukan kepada Allah saja. Karena hanya Dia dan melalui Dia-lah kita dapat melakukan segala sesuatu.