TIDAK HAUS PUJIAN

… supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya.

(Efesus 1:12)

Pagi itu Wati datang ke sekolah lebih pagi dari teman-teman lainnya. Ia menyapu lantai, membersihkan meja guru, dan menata bangku-bangku hingga rapi sekali. Sepanjang hari, Wati menunggu pujian baik dari para guru maupun teman-teman sekelasnya. Namun rupanya tidak ada yang memperhatikan bahwa keadaan kelas hari ini lebih rapi dari hari-hari sebelumnya. Siang hari, ketika bel pulang sekolah berbunyi, muka Wati menjadi semakin murung. Kiki yang duduk di sebelahnya bertanya, “Wati, kenapa kamu hari ini tidak seperti biasanya? Kamu banyak diam dan murung sekali. Ada apa?” Wati menceritakan kepada Kiki apa yang ia lakukan dan apa yang ia harapkan sambil tersedu. “Wati, kalau kita mau melakukan sesuatu yang baik jangan karena ingin mendapatkan pujian. Itu artinya, kamu tidak tulus hati dalam melakukannya,” kata Kiki menasihati.

Adik-adik, memang semua manusia membutuhkan pujian. Namun, kita hidup bukan untuk mencari pujian, melainkan memuji Tuhan karena kebaikan-Nya dalam kehidupan kita. Yuk kita baca firman Tuhan dari Efesus 1:3-14! Rasul Paulus mengingatkan bahwa begitu banyak berkat yang diberikan Tuhan kepada kita. Bukan hanya berkat jasmani, juga berkat rohani. Jadi, kebaikan yang kita lakukan bukan untuk mendapatkan pujian, melainkan untuk menyatakan syukur kepada Tuhan yang baik.